Minggu, 30 Agustus 2015

PD. Pontren: Pesantren Sebagai Wadah Pencetak Ulama

FKDT. TAMBELANGAN-Sampang 31 Agustus 2015
Sekitar 85 peserta dari Pondok Pesantren se kabupaten sampang mengikuti Halaqoh Pengelola Pondok Pesantren yang diprakarsai oleh Kasi PD. Pontren Kankemenag Kab. Sampang. H. Mawardi, S.Ag M.Hi menyampaikan dalam sambutannya bahwa tujuan dengan adanya kegiatan yang dilasanakan di hotel camplong ahad s.d senin 30 s.d 31 agustus 2015 adalah mengembalikan khittoh Pondok Pesantren itu sendiri dan tempat dalam melahirkan kader ulama yang handal.
Hadir pula disana kepala Kankemenag kab. Sampang beliau datang bersama Kasi PD. Pontren. Dalam kesempatan itu Drs. H. Mudjalli, M.Hi menuturkan dalam sambutannya bahwa Kemerdekaan Indonesia tidak lepas adanya keberadaan dan peran Pondok Pesantren. Akan tetapi pemerintah sejak dulu sempat tidak memperhatikan Pesantren di indonesia. Tapi sekitar tahun 2013 yang lalu lambat laun Pemerintah memperhatikan Pesantren. Tutur Kepala Kemenag disela-sela sambutannya.

Jumat, 10 Juli 2015

Doa lailatul Qodar

FKDT TAMBELANGAN

Ada do’a yang pernah diajarkan oleh Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam jikalau kita bertemu dengan malam kemuliaan tersebut yaitu do’a:

اللهم انك عفو تحب العفوا فااعف عنا

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anna

(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai org yg meminta maaf, karenanya maafkanlah kami).

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ  قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yg aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yg mesti kuucapkan?”

Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai org yg meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Al Baihaqi rahimahullah berkata, “Meminta maaf atas kesalahan dianjurkan setiap waktu dan tidak khusus di malam lailatul qadar saja.” (Fadho-ilul Awqot, hal. 258).

Ibnu Rajab rahimahullah juga memberi penjelasan menarik,

و إنما أمر بسؤال العفو في ليلة القدر بعد الإجتهاد في الأعمال فيها و في ليالي العشر لأن العارفين يجتهدون في الأعمال ثم لا يرون لأنفسهم عملا صالحا و لا حالا و لا مقالا فيرجعون إلى سؤال العفو كحال المذنب المقصر

“Dianjurkan banyak meminta maaf atau ampunan pada Allah di malam lailatul qadar setelah sebelumnya giat beramal di malam2 Romadhon dan juga di sepuluh malam terakhir. Karena org yg arif adalah yg ber-sungguh2 dalam beramal. Oleh karenanya, ia banyak meminta ampun pada Allah seperti org yg penuh kekurangan karena dosa.”

Yahya bin Mu’adz pernah berkata,

ليس بعارف من لم يكن غاية أمله من الله العفو

“Bukanlah org yg arif jika ia tidak pernah mengharap ampunan Allah."

Hadits ‘Aisyah di atas juga menunjukkan bahwa do’a di malam lailatul qadar adalah do’a yang mustajab sehingga dia bertanya pada Rasul mengenai do’a apa yang mesti dipanjatkan di malam tersebut.

CONTOH DO'A

استعفر الله العظيم 3x ياموﻻنا يامعبود.......

اللهم صل وسلم على سيدنا محمد سيد اﻻولين واﻻخرين وصل وسلم ورضي الله تبارك وتعالى عن سادتنا اصحاب رسول الله اجمعين.....

الحمد لله رب العالمين. حمدا يوافئ نعامه ويكافئ مزيده. ياربنا لك الحمد ولك الشكر ولك المعبود كمابنبغى لجﻻلك الكربم ولعظيم سلطانك.....

اللهم ياغني ياحميد يامبدئ يامعيد يارحيم ياودود. اغننا بحﻻلك عن حرامك وبطعاتك عن معصيتك وبفصلك عمن سواك.....

اللهم انك عفو تحب العفوا فااعف عنا

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anna

"Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai org yg meminta maaf, karenanya maafkanlah kami."

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى

"Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yg melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yg Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yg kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yg kulakukan."

رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Ya  Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari memohon kepada-Mu sesuatu yg aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak mengampuniku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang2 yg merugi." (QS: Huud Ayat: 47)

رَبَّنَآ  ءَامَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرّٰحِمِينَ

"Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang terbaik.” (QS: Al-Mu’minun: 109)

رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنتَ خَيْرُ الرّٰحِمِينَ

"Ya Tuhanku berilah ampunan dan (berilah) rahmat, Engkaulah Pemberi rahmat yg paling baik."(QS: Al-Mu’minun: 118)

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

"Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan2 kami yg ber-lebih2an (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yg kafir." (QS: Âl-´Imrân : 147)

الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka."  (QS: Âl-´Imrân : 16)

رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا ۚ رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّاسَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُالْمِيعَادَ

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yg menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kalian kepada Rabb kalian", maka kamipun beriman. Ya Rabb kami, ampunilah bagi kami dosa2 kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan2 kami, dan wafatkanlah kami beserta orang2 yg banyak berbakti (shalih).  Ya Tuhan kami, berilah kami apa yg telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul2 Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat kelak. Sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji." (QS: Âl-´Imrân : 193-194)

رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي

"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku." (QS: Al-Qashash: 16)

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚرَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِالْكَافِرِينَ

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami dengan beban yg berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang2 sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yg tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yg kafir." (QS: Al-Baqarah: 286)

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Ya Rabb kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang2 yg merugi.” (QS: Al-A'raf : 23)

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yg telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yg Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yg akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim." (QS. Al-Ahqaf: 15)

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْراً

“Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”

اللَّهُمَّ آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allahumma aatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaban naar

"Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari adzab Neraka).” (HR. Bukhari Muslim)

امين يارب العالمين ببركة الفاتحة........

Minggu, 22 Maret 2015

Alumni Pesantren Aset Berharga Bagi Bangsa dan Negara

(Sabtu, 21/03/2015)
FKDT KEC. TAMBELANGAN
Sumber: NU Online

Dalam pertemuan yang digelar oleh Kantor Kementrian Agama Kabupaten Karanganyar di kediaman Kepala Bagian Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren, Popongan, Bejen, Karanganyar dalam rangka pembahasan format ujian bagi madrasah diniyyah, Kepala Kemenag Kabupaten Karanganyar, H Musta’in menegaskan bahwa alumni pesantren merupakan aset negara yang sangat berharga.

“Kenapa saya katakan berharga, karena mengingat alumni pesantren tidak hanya berpengetahuan agama yang mumpuni tetapi mereka telah terdidik sebagai seorang yang mampu mengamalkan ilmu yang telah dipelajari, terbiasa hidup disiplin, serta mandiri,” ungkapnya kepada perwakilan Madrasah Diniyyah se-Kabupaten Karanganyar, Sabtu (21/3).

Lebih lanjut, dirinya memberi kesaksian bahwa mendapat amanah sebagai Kepala Kemenag Karanganyar ini salah satunya berkah dari belajar di pesantren.

"Saya bicara pribadi bukan atas nama Kepala Kemenag, bahwa saya bisa disini salah satunya berkah belajar fa’ala yaf’ulu fa’lan di pesantren yang juga menumbuhkan jiwa kepemimpinan,” imbuhnya.

Jadi perlu digaris bawahi, tambahnya, bahwa alumni pesantren dalam hal ini pesantren NU, harapan berharga bagi kemajuan bangsa dan negara.